Postingan

Lembar berikutnya

Kepada penantian yang lebih pahit dari memiliki, kehilangan tetap melangkah tanpa tau arah kembali. Dalam klise yang kau runutkan, tetap saja tak ubahnya ruang kosong tak bertuan. Biarpun memori menggali sedemikian panjang, "kembali" malah kadang semakin bimbang. Meski Sapardi Djoko Damono ingin mencintai dengan sederhana, namun Wira Nagara berkata "segala sesuatu yang tumbuh baru rasanya tak lagi sama".

Kepada Sepanjang Malam

 Pada ranum rembulan yang mekar, pernah kah sesekali kau impikan? Betapa megah senyum di pinggir bibir, biarpun duka terus menerus bergilir. Tak apa pernah melupa, asal mekarnya tak pernah kuncup, terus menerus gagah di langit redup. Atau, Pada gemerlap bintang yang bersandar, pernah kah sesekali kau mengerti? Betapa wangi hujan yang tumpah, tak lagi pudar di makan hati. Tak apa tak bersama, musabab waktu tetap akan menua meski nanti bukan lagi tentang kita.